Dzolim adalah kata yang mungkin temen2 sering dengar, kata ini berasal dari bahasa arab dan kebalikan dari kata adil. Kata Dzolim secara bebas dapat didefinisikan sebagai menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Segala sesuatu yang tidak pada tempatnya adalah dzolim, kebalikannya dengan adil, adil dapat diartikan dengan menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Ketidak adilan dapat diartikan sebagai dzolim, nah pemerintah yang tidak adil adalah pemerintah yang dzolim, pemimpin yang tidak adil adalah pemimpin yang dzolim.
Mari kita tengok pemerintahan sekarang, tidak usah kita melihat ke negara lain, mari kita tengok negeri sendiri, apakah keadilan sudah tampak..??? apakah pemerintah di negeri kita tercinta dapat dikategorikan pemerintah yang adil? lalu apakah jikalau tidak adil maka dapat di kategorikan dzolim...???
Sepertinya apabila berbicara keadilan maka kita dapat menyebutkan ratusan atau bahkan ribuan hal yang tidak adil dari pemerintah kita. Mulai dari l;ingkungan terkecil birokrasi, seperti di RT, kita dapat menyebutkan bahwa ketidakadilan ketika membuat KTP yang dopersulit, surat-surat yang susah untuk diurus, adanya pungutan2 yang tidak semestinya, dan yang paling terbaru mungkin akan ditemui (bahkan banyak), petugas RT yang tidak benar dalam mendata pembagian BLT dan Kompor/Tabung gas konfersi minyak tanah.
Itu dari hal yang kecil dalam birokrasi, lalu bagaimana dengan hal yang besar? tentu ketidak adilan ini akan banyak kita temui.
Legislatif yang membuat undang-undang yang merugikan salah satu pihak, implementasi undang-undang yang tidak benar dan lain-lain
Lalu yang luar biasa adalah lumpur lapindo yang merupakan bencana dahsyat merugikan rakyat. Apa kontribusi lapindo brantas bagi masyarakat sekitar? Bukan kesejahteraan yang diberikan tapi kesengsaraan (padahal pemiliknya adalah mentri kesejahteraan rakyat).
Baru-baru ini pemerintah lagi-lagi tidak adil masalah harga minyak. Kita tahu harga minyak katanya terpaksa dinaikkan karena mengikuti harga minyak dunia. Tapi apa lacur? setelah harga minyak dunia turun drastis bahkan sudah di bawah 60 dolar per barel tetapi pemerintah seolah menutup mata dan telinga akan kenyataan ini. Ketika harga minyak dunia naik, pemerintah sangat cepat tanggap untuk menaikkan harga minyak dalam negeri, walau didemo di sana-sini tapi keputusan tetap digulirkan. Namun ketika harga minyak dunia turun pemerintah seolah2 tuli mendengar jeritan rakyat dipermukaan yang tidak kuat menanggung beban hidup yang semakin tinggi. Akhirnya pemerintah mau juga menurunkan harga minyak tapi itu nanti di awal Desember pun dengan cuma menurunkan hanya 500 rupiah saja...adilkah ini...??? (ceuk urang sunda mah cekap kanggo meuli bala-bala wungkul, jare wong cerbonne cukup kanggo tuku gorengan bae)
Yah mungkin seperti itulah keadaan negeri ini yang telah sama-sama kita ketahui. Ingat buat para pemimpin berlaku adillah, karena perbuatan kalian akan dipertanggungjawabkan didepan pengadilan akherat nanti. Lalu ingat juga doa orang teraniaya itu akan dikabulkan oleh Allah, mungkin air mata penduduk yang desanya tenggelam oleh lumpur telah kering sebelum lumpur laknat itu mengering....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar