Bukan jargon MLM yang selalu menjual impian juga bukan asal bermimpi yang akhirnya jadi angan-angan semu perusak jiwa. Tapi kunci sukses memang berawal dari impian, mau sukses apa saja mau sukses dunia impian kuncinya, mau sukes akherat juga impian pintu masuknya.
Kenapa sejak kita kecil, sejak bisa ngomong kita selalu ditanya apa cita-citanya? kalau besar mau jadi apa? atau kalau orang tua kita belum sempat menanyakan cita-cita pasti gura TK kita yang akan menanyakan apa cita-cita kita. Kalau yang tidak mengenyam bangku TK seperti saya maka guru SD lah yang bertanya cita-citanya apa? kalau masih malu-malu menjawab seperti saya dulu, maka ibu guru akan memancing, "coba anak-anak siapa yang bercita-cita jadi dokter acungkan tangan !!", kemudian bu guru akan berkata lagi"Yang ingin menjadi guru acungkan tangan!!"
Kenapa pada awal-awal kita mengenal kehidupan maka orang yang dekat dengan kita memperkenalkan cita-cita? itu tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memupuk impian kita, perlahan namun pasti impian masa kecil itu akan tergumpal menjadi sebuah visi, menjadi sebuah motivasi dan harapan agar kita dapat kesana, dapat meraih apa yang kita inginkan, apa yang kita impikan. Bayangkan jika kita tidak diperkenalkan dengan cita-cita dan impian maka dapat dipastikan hidup kita tidak terarah, hanya mengikuti saja kemana arus membawa, kalau terjun ke jurang ya kita bakal terjun bebas kesana. Berbeda dengan yang punya harapan dan cita-cita serta selalu dipupuk meraihnya maka akan menjadi sebuah motivator, sebuah mimpi yang mungkin dicapai dan bukan angan-angan semu. Yang bercita-cita jadi dokter maka akan belajar keras agar SMA dia bisa masuk kelas IPA (tidak seperti saya yang bercita-cita jadi dokter malah masuk IPS hehe..) kemudaian kuliah masuk fakultas kedokteran, dan akhirnya tercapailah cita-citanya. Walau tidak sulit memang, tapi sekali lagi impian yang besar akan mampu meluluh lantakkan rintangan apapun.
Lalu bagaimana dengan cita-cita di aherat. Setiap manusia beragama yang percaya ada hidup sesudah mati maka pasti mempunyai keinginan untuk dapat bahagia dalam kehidupan yang akanm datang. Khusus untuk umat islam dan agama samawi pada umumnya maka dari kecil akan diperkenalkan adanya surga, firdaus (paradise), Adn (Eden) dan kesanalah tujuan kita untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Dari kecil kita akan diperkenalkan dengan surga yang sangat indah penggambarannya dalam kitab-kitab suci itu dimaksudkan agar tujuan hidup manusia adalah kesana kelak. Maka dari itu seorang muslim sangat dianjurkan untuk selalu membaca al-quran, agar dapat mengambil pelajaran dari sana dan menjadikan sebagai tuntunan dan pedoman hidup agar mencapai kebahagiaan hakiki. Untuk mencapai surga maka secara moral kita harus menjadi orang yang baik dan benar dalam hubungannya dengan sesama manusia dan juga harus selalu menyandarkan diri pada Sang Pencipta dengan percaya pada keberadaanNya, berdoa dan beribadah. Hidup kita akan terarah dengan mempunyai visi seperti itu karena setiap manusia beragama pasti mendambakan dan mengimpikan agar bahagia dunia dan akherat.
Begitu pula dengan agama ardhi walau berbeda-beda keyakinan tapi juga mengenal adanya surga (nirvana) dan itu adalah impian semua manusia. Untuk mencapainya maka harus menjadi manusia baik yang menjunjung tinggi moral kemanusiaannya. Jika tidak maka tidak akan dapat masuk nirvana tetapi harus disucikan dulu dosanya dalam lingkaran siklus reinkarnasi yang akan berputar dalam kehidupan akan datang. Jika dikehidupan sekarang banyak berbuat baik maka dikehidupan yang akan datang dia akan menjelma menjadi manusia yang baik, baik dari segi status maupun kedudukan serta moralnya. Sebaliknya jika banyak berbuat dosa maka dikehidupan yang akan datang akan menjadi manusia yang lebih rendah kualitasnya bahkan juga dapat menjadi binatang.
So kunci sukses adalah impian, impian yang dibangun akan menjadi sebuah visi, yang kemudian melahirkan misi hidup yang akan mengarahkan kehidupan kita untuk dapat meraih dan mencapai impian yang kita cita-citakan. Jadi jangan takut untuk bermimpi.
Tapi jangan sampai terjebak dengan impian. Impian tanpa tidakan adalah angan-angan kosong yang mampu merusak jiwa, melemahkan syaraf dan jadi tempat bernaungnya setan. Impian harus dibarengi dengan tindakan.
Ingat hidup tidak hanya cukup dengan bermimpi tapi hidup adalah kumpulan perjuangan untuk menggapai mimpi-mimpi...!!!
Kenapa sejak kita kecil, sejak bisa ngomong kita selalu ditanya apa cita-citanya? kalau besar mau jadi apa? atau kalau orang tua kita belum sempat menanyakan cita-cita pasti gura TK kita yang akan menanyakan apa cita-cita kita. Kalau yang tidak mengenyam bangku TK seperti saya maka guru SD lah yang bertanya cita-citanya apa? kalau masih malu-malu menjawab seperti saya dulu, maka ibu guru akan memancing, "coba anak-anak siapa yang bercita-cita jadi dokter acungkan tangan !!", kemudian bu guru akan berkata lagi"Yang ingin menjadi guru acungkan tangan!!"
Kenapa pada awal-awal kita mengenal kehidupan maka orang yang dekat dengan kita memperkenalkan cita-cita? itu tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memupuk impian kita, perlahan namun pasti impian masa kecil itu akan tergumpal menjadi sebuah visi, menjadi sebuah motivasi dan harapan agar kita dapat kesana, dapat meraih apa yang kita inginkan, apa yang kita impikan. Bayangkan jika kita tidak diperkenalkan dengan cita-cita dan impian maka dapat dipastikan hidup kita tidak terarah, hanya mengikuti saja kemana arus membawa, kalau terjun ke jurang ya kita bakal terjun bebas kesana. Berbeda dengan yang punya harapan dan cita-cita serta selalu dipupuk meraihnya maka akan menjadi sebuah motivator, sebuah mimpi yang mungkin dicapai dan bukan angan-angan semu. Yang bercita-cita jadi dokter maka akan belajar keras agar SMA dia bisa masuk kelas IPA (tidak seperti saya yang bercita-cita jadi dokter malah masuk IPS hehe..) kemudaian kuliah masuk fakultas kedokteran, dan akhirnya tercapailah cita-citanya. Walau tidak sulit memang, tapi sekali lagi impian yang besar akan mampu meluluh lantakkan rintangan apapun.
Lalu bagaimana dengan cita-cita di aherat. Setiap manusia beragama yang percaya ada hidup sesudah mati maka pasti mempunyai keinginan untuk dapat bahagia dalam kehidupan yang akanm datang. Khusus untuk umat islam dan agama samawi pada umumnya maka dari kecil akan diperkenalkan adanya surga, firdaus (paradise), Adn (Eden) dan kesanalah tujuan kita untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Dari kecil kita akan diperkenalkan dengan surga yang sangat indah penggambarannya dalam kitab-kitab suci itu dimaksudkan agar tujuan hidup manusia adalah kesana kelak. Maka dari itu seorang muslim sangat dianjurkan untuk selalu membaca al-quran, agar dapat mengambil pelajaran dari sana dan menjadikan sebagai tuntunan dan pedoman hidup agar mencapai kebahagiaan hakiki. Untuk mencapai surga maka secara moral kita harus menjadi orang yang baik dan benar dalam hubungannya dengan sesama manusia dan juga harus selalu menyandarkan diri pada Sang Pencipta dengan percaya pada keberadaanNya, berdoa dan beribadah. Hidup kita akan terarah dengan mempunyai visi seperti itu karena setiap manusia beragama pasti mendambakan dan mengimpikan agar bahagia dunia dan akherat.
Begitu pula dengan agama ardhi walau berbeda-beda keyakinan tapi juga mengenal adanya surga (nirvana) dan itu adalah impian semua manusia. Untuk mencapainya maka harus menjadi manusia baik yang menjunjung tinggi moral kemanusiaannya. Jika tidak maka tidak akan dapat masuk nirvana tetapi harus disucikan dulu dosanya dalam lingkaran siklus reinkarnasi yang akan berputar dalam kehidupan akan datang. Jika dikehidupan sekarang banyak berbuat baik maka dikehidupan yang akan datang dia akan menjelma menjadi manusia yang baik, baik dari segi status maupun kedudukan serta moralnya. Sebaliknya jika banyak berbuat dosa maka dikehidupan yang akan datang akan menjadi manusia yang lebih rendah kualitasnya bahkan juga dapat menjadi binatang.
So kunci sukses adalah impian, impian yang dibangun akan menjadi sebuah visi, yang kemudian melahirkan misi hidup yang akan mengarahkan kehidupan kita untuk dapat meraih dan mencapai impian yang kita cita-citakan. Jadi jangan takut untuk bermimpi.
Tapi jangan sampai terjebak dengan impian. Impian tanpa tidakan adalah angan-angan kosong yang mampu merusak jiwa, melemahkan syaraf dan jadi tempat bernaungnya setan. Impian harus dibarengi dengan tindakan.
Ingat hidup tidak hanya cukup dengan bermimpi tapi hidup adalah kumpulan perjuangan untuk menggapai mimpi-mimpi...!!!
